Piwulang untuk Diajeng pada Suatu Ahad
Jangan salahkan aku, Diajeng. Kaulah yang menggoda dan menjebakku dalam pusaran rindu. Dalam usia beliamu kau tahu kekuranganku sebagai lelaki yang sedang menapaki ujung jalan kegalauan karena usia,karena cermin yang sering memperolok setiap pagi dan malam seusai mandi.
Aku sadar semuanya hanya sementara, seperti wangi segar after shave lotion yang lama-lama menipis. Kau pun sadar itu, tetapi keyakinanmu selalu berlebihan karena bagimu selalu ada saja botol after shave lotion selama aku mencukur kumis, jenggot, dan cambang. Kesementaraan yang berulang, itulah maumu dan aku pun bersetuju. Maka ada saja aroma oceanic, citrus, spicey, magic, dan masih beberapa lagi, yang akhirnya toh menjenuhkan juga.
Jangan salahkan aku Diajeng jika dalam gundahku aku menebar cara yang sama, hanya berbeda bungkus kata, kepada yang lain, lain, lain, lain, dan lain.
Terlalu banyak, teramat banyak, tapi itulah caraku memperteguh kelelakianku bahwa aku masih memancarkan pesona bagi hawa, menikmati pertukaran goda dan jebakan mesra, sambil mencari ujung sensasi dalam kebersamaan.
Mestinya aku telah berhenti karena semuanya kuawali terlalu dini. Saat teman sebaya hanya punya rasa ingin tahu dan imajinasi aku sudah menyusuri semak belukar dewasa, kadang terantuk akar, kadang tergores onak, kadang terpeleset, tapi semua itu mematangkan diriku. Dalam usia beliaku, terlalu belia, aku sudah kenyang serasa menelan semua buku tentang asmara wanita dewasa.
Kini yang ada hanya sisa, remah-remah lembut dari jejak petualangan, yang anehnya masih saja diterima oleh piring-piring porselen cantik yang lupa diri, harapkan sesuatu yang mestinya tak layak sekaligus berbahaya dan melenakan, dari seorang lelaki tua yang tengah menulisi buku pribadi di hati perihal pubertas keduanya.
Aku harap mulai esok, Senin, aku sudah berubah karena aku inginkan jalan terang sambil mencoba mengelola didih karena tungku hasrat dalam diri.
Sepenuh rindu,
Ndoromu
Bcc: undisclosed recipients — too much
Email This Post
Tags: affair, cantik, cem-ceman, cewek, don juan, gadis, insyaf, jomblo, kasihan, kesepian, koleksi, korban, krisis identitas, krisis percaya diri, lajang, lelananging jagat, ndoro kakung, nyender, parkir, penggoda suami orang, playboy, pubertas, salah sendiri, seleweng, selingkuh, serong, sexy, wanita, womanizer

(15 votes, average: 4.53 out of 5)
September 14th, 2008 at 7:04 pm
akakkaak….
*ngga berani komentarin postingan yang ini*
hihihihihi!!!
September 14th, 2008 at 9:46 pm
ada gak ya aftershave yang wangi kemangi? hihihih
hannys last blog post..:: prosa cinta pecas ndahe
September 15th, 2008 at 1:17 am
Sepenuh rindu,
Ndoromu
Bcc: undisclosed recipients — too much
ahahahaha…..
September 15th, 2008 at 9:42 am
pesona ndoro memang tak usah diragukan lagi…
kelimis basah setelah mandi terlihat seksi…
selamat ulang tahun ndoro….miss u…muaacchhh
blanthik_ayus last post..BEWARE….