poster yang mewakili sampul buku ini menyalahi kaidah penerbitan dan teori pemasaran. tidak ada nama pengarang. bahkan nama penerbit berikut nomor telepon panitia pun tak tercantum. tapi ah sudahlah. buktinya banyak yang akan langsung datang ke lokasi untuk menyimak, menatap, minta tanda tangan, dan berfoto bareng. siapa sih tak kenal dia?
salah satu keunggulan ndoro adalah kuat bicara sampai berjam-jam. konon dia ingin seperti fidel castro yang kuat pidato lama tapi kalau ada pendengar yang ngantuk akan dikirim ke sel. begitu lakunya ndoro sebagai pembicara sehingga tak hanya seminar yang sering menanggapnya tetapi juga perhelatan di kampung-kampung. kenapa? panitia seminar ingin santai, jadi mereka mencari pembicara yang nyerocos terus. begitu pula halya tuan rumah kawinan dan sunatan. mereka butuh selonjor sambil membiarkan sang pembicara meracau.

salah satu ciri beliau saat berbicara adalah memasukkan tangan ke saku celana. biasa, memegangi jimat berupa kerikil. batu sebesar dua kali kelereng dia pakai sejak kecil supaya tidak ngobrok saat bepergian.
foto: dokumentasi koranista
Tak banyak yang tahu bahwa di KTP Ndoro Kangkung itu ada tertulis “ARTIS” untuk isian pekerjaan. Setiap kali ada yang mempersoalkan — dari resepsionis hotel sampai polantas — dia selalu balik bertanya, “Emangnya kenapa? Masalah loe apa?”
Sesungguhnya dia itu seorang penyanyi yang disegani baik oleh lawan maupun musuh dan seteru. Rekaman terbarunya diedarkan oleh KPK.



































































































