Archive for the ‘Piwulang’ Category

Piwulang untuk Diajeng pada Suatu Ahad

Sunday, September 14th, 2008

Jangan salahkan aku, Diajeng. Kaulah yang menggoda dan menjebakku dalam pusaran rindu. Dalam usia beliamu kau tahu kekuranganku sebagai lelaki yang sedang menapaki ujung jalan kegalauan karena usia,karena cermin yang sering memperolok setiap pagi dan malam seusai mandi.

Aku sadar semuanya hanya sementara, seperti wangi segar after shave lotion yang lama-lama menipis. Kau pun sadar itu, tetapi keyakinanmu selalu berlebihan karena bagimu selalu ada saja botol after shave lotion selama aku mencukur kumis, jenggot, dan cambang. Kesementaraan yang berulang, itulah maumu dan aku pun bersetuju. Maka ada saja aroma oceanic, citrus, spicey, magic, dan masih beberapa lagi, yang akhirnya toh menjenuhkan juga.

Jangan salahkan aku Diajeng jika dalam gundahku aku menebar cara yang sama, hanya berbeda bungkus kata, kepada yang lain, lain, lain, lain, dan lain.

Terlalu banyak, teramat banyak, tapi itulah caraku memperteguh kelelakianku bahwa aku masih memancarkan pesona bagi hawa, menikmati pertukaran goda dan jebakan mesra, sambil mencari ujung sensasi dalam kebersamaan.

Mestinya aku telah berhenti karena semuanya kuawali terlalu dini. Saat teman sebaya hanya punya rasa ingin tahu dan imajinasi aku sudah menyusuri semak belukar dewasa, kadang terantuk akar, kadang tergores onak, kadang terpeleset, tapi semua itu mematangkan diriku. Dalam usia beliaku, terlalu belia, aku sudah kenyang serasa menelan semua buku tentang asmara wanita dewasa.

Kini yang ada hanya sisa, remah-remah lembut dari jejak petualangan, yang anehnya masih saja diterima oleh piring-piring porselen cantik yang lupa diri, harapkan sesuatu yang mestinya tak layak sekaligus berbahaya dan melenakan, dari seorang lelaki tua yang tengah menulisi buku pribadi di hati perihal pubertas keduanya.

Aku harap mulai esok, Senin, aku sudah berubah karena aku inginkan jalan terang sambil mencoba mengelola didih karena tungku hasrat dalam diri.

Sepenuh rindu,
Ndoromu
Bcc: undisclosed recipients — too much

the dirty old (tua-tua keladi)

Saturday, September 13th, 2008

Kata-katanya selangit (his words are flattering)
Tersenyum penuh misteri (his smile is oh-so-mysterious)
Matanya membikin ngeri semua gadis-gadis remaja (his eyes scare all the teenies)
Gaya lelaki katanya slalu begitu (people say it’s men’s style from time to time)

Dia bilang aku cantik (he told me that I’m pretty)
Dia pun bilang ku menarik (he also told me that I’m attractive)
Dia bilang bodiku asyik (he said that I’ve got a hot body)
Hingga dada ini deg-degan (it all makes my heart pump fast)
Mulut lelaki katanya slalu begitu (people say that men are always silver-tongued)
Apalagi dia yang masih suka dengan gadis remaja (especially the one who still loves the teenies)

Reff:
Engkau lupakan anak cucumu hanya demi kenikmatan (you forget your offsprings only for pleasure)
Harga dirimu bahkan terbuang (you even dump your dignity)
Yang ada hanya rayuan (all you have is just flatteries)
Mengaku bujangan kepada tiap wanita (telling every girl that you’re single)
Ternyata cucunya segudang (in fact your grandchildren are many)

*repeat reff 3x, fade out*

Kuciwa!

Friday, September 12th, 2008

Pernahkah melihat Kangkung kuciwa hingga hilang itu ceria? Suatu hari dia diundang ke pameran eksklusif. Ternyata mobil yang didagangkan kurang sesuai dengan seleranya. Begitulah kalau orang sudah kilometeran duitnya.

dasar lelananging jagat!

Wednesday, September 10th, 2008

yah, gitu deh! males nyeritainnya.

wine bikin awet muda dan lupa diri

wine bikin awet muda dan lupa diri

banyak bicara banyak bekerja (tapi tangan masuk celana)

Tuesday, September 9th, 2008

salah satu keunggulan ndoro adalah kuat bicara sampai berjam-jam. konon dia ingin seperti fidel castro yang kuat pidato lama tapi kalau ada pendengar yang ngantuk akan dikirim ke sel. begitu lakunya ndoro sebagai pembicara sehingga tak hanya seminar yang sering menanggapnya tetapi juga perhelatan di kampung-kampung. kenapa? panitia seminar ingin santai, jadi mereka mencari pembicara yang nyerocos terus. begitu pula halya tuan rumah kawinan dan sunatan. mereka butuh selonjor sambil membiarkan sang pembicara meracau.

ndoro masukkan tangan ke calana sambil main-main

salah satu ciri beliau saat berbicara adalah memasukkan  tangan ke saku celana. biasa, memegangi jimat berupa kerikil. batu sebesar dua kali kelereng dia pakai sejak kecil supaya tidak ngobrok saat bepergian.

foto: dokumentasi koranista

Hello Ki Sanaks!

  • Di blog yang lengas tiada tepermanai ini sampean boleh berbagi piwulang tentang Ndoro Kangkung.

  • Blog agung ini dipersembahkan oleh Handwasher Foundation dan FrequentFlyer Club dengan dukungan persekongkolan suci beberapa bloggers.

Recent Comments

  • tobbencep: Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!
  • dating advice for men: I think that KaKA is the best player in...
  • Lizette Warren: hchgd1ya8519b6gk
  • Eddy Henry: 4t8u49fl8cj3v5bz
  • Maryellen Espinoza: wrce5ljayfxvrcxt
  • blup: is that true???????? hhmmmm……
  • Annalise: Good words.
  • Masedewe: halah suka’an-nya ndoro-ne hua-hahahaha MIYABI...
  • blup blup: Tambah jelas aja disini Hahahahahahahahah...
  • abdee: bukan miyabi kan ?
  • Qisthon: ndoro Kingkong, terdengar lebih gagah :D Qisthons...
  • Rian: Rupanya Ndoro itu hobi marah ya :-) makin matang makin...
  • iman: wahhh seram sekali, tapi kayaknya dih pas nonghol di...
  • iman: oh begono tih ceritanya :D imans last post..kartu...
  • paman tyo: @masjogja: ya cuma diperhitungkan. dihitung: ada...
  • masjogja: pernah kepikiran hal ini juga. belum tau tentang...
  • Ojat: ow ow,,sapa diaa
  • adi: wakakakakak, keluar juga di seneee…… . adis...
  • merahitam: Menunggu detik-detik itu berlangsung…
  • merahitam: Ahahahaha. Yang ini lucu banget. Ndoro, jangan...
  • thea: mari kita lihat besok
  • nonadita: ndoro jadi ngasih kado ga? katanya kalo ngucapin ada...
  • Retty: Don’t judge the book by its cover…jadi...
  • admin: Maaf soal fisik. Ndoro itu nyesal sekaligus bangga...
  • tintin: ndoro kangkung … ndoro kingkong … ndoro...
  • tintin: nonadita emang jago kalau bikin pantun dan puisi...
  • tintin: hahahhaha … emang pinter berkilah yah ..?? :)...
  • ayda: Met ulang tahun,ndoro.. :D
  • ayda: “memetik daun lantas buahnya ikut terbawa”...
  • edratna: Semoga ndoro tetap berkarya dengan sentilannya yang...


Pesta telah usai, yang ada hanya sisa perayaan. Ndoro Kangkung Bedhes pun (mungkin) tak sudi menengok ini apalagi mengomentari. Kalau akhir pekan lalu Ki Sanaks tak sempat, sekarang masih ada kesempatan bersuara sebelum halaman ini dikemas menjadi sebuah buku.

Most Emailed

Categories




Highest Rated

Recent Posts

Archives


.

... bersama orang-orang kreatif, dunia ini tak begitu menjemukan
(admin, blogger keblinger)