Posts Tagged ‘playboy’

dari daku untuk pakde ndoro

Saturday, September 20th, 2008

biar telat tapi semoga sehat jangan lupakan para penggemar yang membesarkan dikau… ;)

Piwulang untuk Diajeng pada Suatu Ahad

Sunday, September 14th, 2008

Jangan salahkan aku, Diajeng. Kaulah yang menggoda dan menjebakku dalam pusaran rindu. Dalam usia beliamu kau tahu kekuranganku sebagai lelaki yang sedang menapaki ujung jalan kegalauan karena usia,karena cermin yang sering memperolok setiap pagi dan malam seusai mandi.

Aku sadar semuanya hanya sementara, seperti wangi segar after shave lotion yang lama-lama menipis. Kau pun sadar itu, tetapi keyakinanmu selalu berlebihan karena bagimu selalu ada saja botol after shave lotion selama aku mencukur kumis, jenggot, dan cambang. Kesementaraan yang berulang, itulah maumu dan aku pun bersetuju. Maka ada saja aroma oceanic, citrus, spicey, magic, dan masih beberapa lagi, yang akhirnya toh menjenuhkan juga.

Jangan salahkan aku Diajeng jika dalam gundahku aku menebar cara yang sama, hanya berbeda bungkus kata, kepada yang lain, lain, lain, lain, dan lain.

Terlalu banyak, teramat banyak, tapi itulah caraku memperteguh kelelakianku bahwa aku masih memancarkan pesona bagi hawa, menikmati pertukaran goda dan jebakan mesra, sambil mencari ujung sensasi dalam kebersamaan.

Mestinya aku telah berhenti karena semuanya kuawali terlalu dini. Saat teman sebaya hanya punya rasa ingin tahu dan imajinasi aku sudah menyusuri semak belukar dewasa, kadang terantuk akar, kadang tergores onak, kadang terpeleset, tapi semua itu mematangkan diriku. Dalam usia beliaku, terlalu belia, aku sudah kenyang serasa menelan semua buku tentang asmara wanita dewasa.

Kini yang ada hanya sisa, remah-remah lembut dari jejak petualangan, yang anehnya masih saja diterima oleh piring-piring porselen cantik yang lupa diri, harapkan sesuatu yang mestinya tak layak sekaligus berbahaya dan melenakan, dari seorang lelaki tua yang tengah menulisi buku pribadi di hati perihal pubertas keduanya.

Aku harap mulai esok, Senin, aku sudah berubah karena aku inginkan jalan terang sambil mencoba mengelola didih karena tungku hasrat dalam diri.

Sepenuh rindu,
Ndoromu
Bcc: undisclosed recipients — too much

Tebar Pesona Wajib Hukumnya

Wednesday, September 10th, 2008

Dia tahu bagaimana merebut hati, memancing simpati, bangkitkan empati dan keberpihakan dari massa, khususnya kaum hawa. Itulah sebabnya sejak dini dia pakai soft campaign yaitu menjajakan diri tanpa pesan yang jelas tapi menyiratkan sebuah perhatian. Di Batucaper Tangareng ada billboard bertenaga surya sehingga menjadi simbol cinta lingkungan dan di sanalah dia menyapa. Ketika malam tiba bunyi salamnya tentu sudah dari pagi atau siang. Lebih mesra… tapi tidak layak ditampilkan di sini.

 

billboard penakluk hati siti hawa

billboard penakluk hati siti hawa

Gaya metrominiseksual

Monday, September 8th, 2008

Sebuah brosur yang ditemukan di loket kantor pos ini telah menjelaskan satu hal bahwa gaya muda itu sebuah keharusan (bagi orang tertentu). Misalnya memakai kaos atau baju dengan kerah ditegakkan agar memberi kesan macho, rebel, rewel. Mengharukan.

 

kursus penampilan mbois metroseksual

kursus penampilan mbois metroseksual

Raja pelet suka melet

Sunday, September 7th, 2008

Juluran lidahnya adalah pesona — menurut keyakinan dia sendiri. Tidak sedikit jatuh korban, terutama karena terpeleset oleh lantai yang licin. Kenapa licin ya karena ada yang melet tadi. Moral ceritanya adalah berhati-hatilah Anda kalau dia melet.

 

hati-hati terhadap melet lidah

hati-hati terhadap melet lidah

Hello Ki Sanaks!

  • Di blog yang lengas tiada tepermanai ini sampean boleh berbagi piwulang tentang Ndoro Kangkung.

  • Blog agung ini dipersembahkan oleh Handwasher Foundation dan FrequentFlyer Club dengan dukungan persekongkolan suci beberapa bloggers.

Recent Comments

  • tobbencep: Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!
  • dating advice for men: I think that KaKA is the best player in...
  • Lizette Warren: hchgd1ya8519b6gk
  • Eddy Henry: 4t8u49fl8cj3v5bz
  • Maryellen Espinoza: wrce5ljayfxvrcxt
  • blup: is that true???????? hhmmmm……
  • Annalise: Good words.
  • Masedewe: halah suka’an-nya ndoro-ne hua-hahahaha MIYABI...
  • blup blup: Tambah jelas aja disini Hahahahahahahahah...
  • abdee: bukan miyabi kan ?
  • Qisthon: ndoro Kingkong, terdengar lebih gagah :D Qisthons...
  • Rian: Rupanya Ndoro itu hobi marah ya :-) makin matang makin...
  • iman: wahhh seram sekali, tapi kayaknya dih pas nonghol di...
  • iman: oh begono tih ceritanya :D imans last post..kartu...
  • paman tyo: @masjogja: ya cuma diperhitungkan. dihitung: ada...
  • masjogja: pernah kepikiran hal ini juga. belum tau tentang...
  • Ojat: ow ow,,sapa diaa
  • adi: wakakakakak, keluar juga di seneee…… . adis...
  • merahitam: Menunggu detik-detik itu berlangsung…
  • merahitam: Ahahahaha. Yang ini lucu banget. Ndoro, jangan...
  • thea: mari kita lihat besok
  • nonadita: ndoro jadi ngasih kado ga? katanya kalo ngucapin ada...
  • Retty: Don’t judge the book by its cover…jadi...
  • admin: Maaf soal fisik. Ndoro itu nyesal sekaligus bangga...
  • tintin: ndoro kangkung … ndoro kingkong … ndoro...
  • tintin: nonadita emang jago kalau bikin pantun dan puisi...
  • tintin: hahahhaha … emang pinter berkilah yah ..?? :)...
  • ayda: Met ulang tahun,ndoro.. :D
  • ayda: “memetik daun lantas buahnya ikut terbawa”...
  • edratna: Semoga ndoro tetap berkarya dengan sentilannya yang...


Pesta telah usai, yang ada hanya sisa perayaan. Ndoro Kangkung Bedhes pun (mungkin) tak sudi menengok ini apalagi mengomentari. Kalau akhir pekan lalu Ki Sanaks tak sempat, sekarang masih ada kesempatan bersuara sebelum halaman ini dikemas menjadi sebuah buku.

Most Emailed

Categories




Highest Rated

Recent Posts

Archives


.

... bersama orang-orang kreatif, dunia ini tak begitu menjemukan
(admin, blogger keblinger)